Prabowo dan Albanese Serukan Perdamaian di Gaza dan Ukraina
Prabowo dan Albanese serukan perdamaian di Gaza dan Ukraina dalam serangkaian pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta pada awal Februari 2026. Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sepakat bahwa penghentian kekerasan di kedua zona konflik menjadi prioritas bersama, seiring dengan komitmen kedua negara untuk memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang semakin rapuh.
Seruan damai ini disampaikan di tengah meningkatnya jumlah korban sipil di Gaza yang telah memasuki tahun ketiga konflik, serta perang di Ukraina yang terus berlangsung tanpa tanda-tanda resolusi. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa tinggal diam melihat penderitaan kemanusiaan di kedua wilayah tersebut. Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar satu jam, kedua pemimpin membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil bersama, baik melalui forum multilateral PBB maupun melalui jalur-jalur bilateral.
Pada 19 Februari 2026, dalam kunjungan kenegaraan ke Washington DC, Prabowo menyampaikan optimisme atas perkembangan upaya kemanusiaan dan perdamaian di Gaza. Ia menilai bahwa sejumlah kemajuan telah dicapai, meskipun jalan menuju perdamaian yang langgeng masih panjang. Sebelumnya, pada 22 Januari 2026, Presiden Prabowo turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk Gaza di sela-sela World Economic Forum di Davos, berbarengan dengan Presiden AS Donald Trump. “Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” tegas Prabowo saat itu.
Kerja sama Indonesia-Australia di bidang keamanan juga mencapai tonggak bersejarah pada periode yang sama. Pada 6-7 Februari 2026, PM Albanese melakukan kunjungan kenegaraan kelimanya ke Indonesia, yang berpuncak pada penandatanganan Traktat Jakarta 2026 atau Australia–Indonesia Treaty on Common Security. Traktat ini membawa kerja sama pertahanan kedua negara ke level baru, mencakup dukungan pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama di Indonesia, penempatan perwira militer senior Indonesia di Australian Defence Force, serta perluasan program pertukaran pendidikan pemimpin militer junior.
“Traktat ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara Australia dan Indonesia. Ini akan membawa kerja sama Australia-Indonesia ke tingkat yang baru, demi keamanan bersama kita dan kawasan,” ujar Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong.
Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menekankan bahwa keamanan regional tidak dapat dipisahkan dari situasi global. Menurutnya, stabilitas di Indo-Pasifik sangat bergantung pada penyelesaian konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur, karena kedua krisis tersebut telah memicu pergeseran aliansi, peningkatan belanja militer, dan ketidakpastian rantai pasok global.
Dalam pernyataan pers bersama, Albanese menegaskan bahwa ikatan Australia dengan Indonesia bersifat unik dan langgeng, sebagai tetangga, mitra, dan teman yang berkomitmen pada kawasan Indo-Pasifik yang aman, stabil, dan makmur. Sementara itu, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut di tengah padatnya jadwal kenegaraan PM Albanese. Presiden juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menyambut Albanese di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma karena tengah mengikuti rapat di Istana.
Komitmen Indonesia untuk berkontribusi langsung dalam misi perdamaian global juga telah diumumkan Prabowo jauh sebelumnya. Presiden telah menginstruksikan Panglima TNI untuk menyiapkan 8.000 personel pasukan perdamaian yang siap diberangkatkan ke Gaza jika gencatan senjata tercapai dan mandat PBB diberikan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memainkan peran aktif, tidak hanya sebagai penyeru perdamaian tetapi juga sebagai pelaku di lapangan.
Dalam konteks ekonomi, kerja sama Indonesia-Australia juga terus diperkuat. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) telah mendorong volume perdagangan bilateral mencapai sekitar 15,4 miliar dolar AS pada 2024. Prabowo juga mengundang Australia untuk berinvestasi di Danantara—sovereign wealth fund Indonesia—di sektor pertanian dan pertambangan.
Analitis ke depan
Seruan damai Prabowo dan Albanese mencerminkan peran Indonesia sebagai kekuatan menengah yang terus mendorong resolusi konflik melalui jalur diplomasi. Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, Indonesia menunjukkan bahwa netralitas aktif bukan berarti pasif, tetapi justru menjadi jembatan komunikasi antara blok-blok yang bertikai. Dukungan terhadap rencana perdamaian Gaza yang diinisiasi AS, misalnya, menunjukkan bahwa Indonesia mampu bekerja sama dengan kekuatan besar sekaligus tetap memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.
Ke depan, efektivitas seruan damai ini akan sangat bergantung pada sejauh mana komunitas internasional bersedia menghentikan pasokan senjata ke pihak-pihak yang bertikai dan kembali menghidupkan mekanisme resolusi konflik multilateral. Indonesia dan Australia, sebagai dua negara demokrasi terbesar di kawasan, memiliki posisi strategis untuk menggerakkan opini global. Jika kedua negara dapat mengoordinasikan langkah diplomatik mereka secara konsisten, bukan tidak mungkin tekanan kolektif ini akan membuka jalan bagi gencatan senjata yang lebih permanen, baik di Gaza maupun Ukraina.
Namun, tantangan terbesar tetap pada implementasi. Gencatan senjata tanpa mekanisme verifikasi yang kredibel akan terus dilanggar, seperti yang terjadi di Lebanon selatan pasca-kesepakatan April lalu. Untuk itu, Indonesia dan Australia perlu mendorong pembentukan mekanisme pemantauan independen di kedua zona konflik, serta menjamin akses penuh bagi bantuan kemanusiaan. Tanpa itu, seruan perdamaian hanya akan menjadi retorika tahunan di forum-forum internasional tanpa dampak nyata di lapangan.
Internal Link :
“Indonesia perkuat diplomasi pertahanan di Shangri-La Dialogue 2026” — /geopolitik/diplomasi-pertahanan-indonesia-2026-shangri-la-dialogue/
“konsorsium pertahanan Indonesia-Australia-AS untuk manajemen krisis lintas batas” — /geopolitik/konsorsium-pertahanan-indonesia-australia-as-2026/
“Trump murka ke Netanyahu: ‘Kamu Gila, Semua Orang Membencimu'” — /konflik-dunia/trump-murka-netanyahu-lebanon-gila-batal-serang/
“Iran hentikan negosiasi dengan AS, gencatan di Lebanon jadi prasyarat” — /konflik-dunia/iran-hentikan-negosiasi-as-israel-serang-lebanon-2026/
“130 konflik aktif dunia di 2026, tertinggi dalam sejarah modern” — /geopolitik/130-konflik-aktif-dunia-wef-2026/
