Juli 18, 2026

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Strategis Senilai Rp9,79 Triliun, Target Produksi 1 Juta Ton Beras

FB_IMG_1783696950369

Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Nusa Tenggara Barat pada Jumat (10/7/2026) untuk meresmikan secara serentak lima bendungan yang tersebar di empat provinsi. Pesawat Kepresidenan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 10.45 WIB dan tiba di lokasi peresmian utama, Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, sekitar pukul 13.20 WIB, disambut antusiasme warga yang memadati lokasi .

Peresmian ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan memperkuat ketahanan air dan pangan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan adalah simbol tekad Indonesia dalam membangun kemandirian nasional. “Saya bersyukur ini simbol kerja keras, Ini simbol persatuan. Pemerintah yang investasi pertama, pemerintah yang groundbreaking, pemerintah yang mulai bangun, mungkin bukan pemerintah yang meresmikan. Inilah namanya pembangunan bangsa, Inilah namanya kebangkitan bangsa,” ujarnya .

Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Meninting di Lombok, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh; Bendungan Jlantah di Jawa Tengah; serta Bendungan Sidan di Bali. Total investasi yang digelontorkan untuk pembangunan kelima bendungan ini mencapai Rp9,79 triliun .

Bendungan Meninting yang menjadi lokasi utama peresmian memiliki kapasitas tampung sekitar 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektare dan tinggi bendungan 74 meter . Bendungan ini dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole yang berpotensi memicu kemarau panjang . Keberadaan bendungan ini diproyeksikan dapat meningkatkan indeks pertanaman di kawasan NTB dari 280 persen menjadi 300 persen, dengan tambahan produksi hingga 420 ribu ton gabah per musim tanam . Nilai ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp4,6 triliun per tahun .

Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara memiliki kapasitas tampungan 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare . Bendungan ini dirancang untuk mengendalikan banjir hingga periode ulang 50 tahun dan mendukung irigasi seluas 9.420 hektare lahan pertanian . Sementara Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, memiliki kapasitas tampungan 128,65 juta meter kubik dan akan mengairi lahan persawahan serta mendukung pembangkit listrik .

Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memiliki kapasitas tampung 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan 50,45 hektare . Bendungan ini akan mengairi lahan pertanian seluas 1.494 hektare, dengan peningkatan indeks pertanaman dari 172 persen menjadi 272 persen . Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik dan akan menyuplai air baku serta mendukung pembangkit listrik mikrohidro .

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa kelima bendungan didukung jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer yang mampu melayani sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian . Dengan dukungan teknologi dan benih unggul, kelima bendungan ini berpotensi menghasilkan 720 ribu ton padi per tahun, atau bahkan mencapai 1 juta ton beras . Total kapasitas tampung kelima bendungan mencapai 371 juta meter kubik air, serta mampu menyuplai air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik dan melindungi 932 hektare wilayah dari ancaman banjir .

Presiden Prabowo juga membandingkan nilai investasi bendungan dengan potensi penghematan devisa dari program mandatori biodiesel B50 yang baru diluncurkan sehari sebelumnya. Penghentian impor solar melalui B50 diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp170 triliun per tahun, yang dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur baru. “Bayangkan berapa puluh bendungan yang bisa kita bangun tiap tahun,” ujarnya .

Menutup pidatonya, Prabowo menitipkan pesan kepada instansi terkait agar menjaga dan mengelola bendungan secara profesional. “Saya titip kepada instansi yang terkait, jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara. Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia,” katanya . Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo .

Ke depan, keberadaan bendungan-bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur sumber daya air secara terukur dan terintegrasi guna mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *