Protes Gaza Eropa, Netanyahu Perintahkan Kuasai 70% Gaza, Eropa Kembali Bergolak
Protes Gaza Eropa kembali menyala setelah Netanyahu secara terbuka memerintahkan militer Wacana “Israel Raya” Kembali Menguat, Picu Kekhawatiran Globala-israel-raya-kembali-menguat-picu-kekhawatiran-global/”>Israel menguasai 70% wilayah Gaza — pernyataan yang langsung memicu kecaman internasional dan gelombang demonstrasi baru di berbagai kota.
Netanyahu menyampaikan perintah itu dalam sebuah konferensi di permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. “Kami di 50 persen, kami bergerak ke 60 persen. Perintah saya adalah bergerak ke — mari kita lakukan bertahap,” katanya. “Pertama 70 persen. Mari mulai dari situ.” Hadirin merespons dengan berteriak “100 persen!” Netanyahu menjawab: “Pertama 70. Mari mulai dari situ.”
Israel saat ini menguasai sekitar 64% wilayah Gaza. Angka itu sudah melampaui batas yang disepakati dalam gencatan senjata yang ditengahi AS pada Oktober 2025, yang seharusnya membatasi kendali Israel pada sekitar 53% wilayah dan mensyaratkan penarikan bertahap pasukan. Pernyataan Netanyahu pada 29 Mei itu secara terang-terangan membalik arah kesepakatan tersebut.
Komisioner Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan Hadja Lahbib langsung merespons, menyebut ruang kemanusiaan Gaza terus menyusut seiring ekspansi militer Israel dan pergeseran garis kendali yang mempersulit distribusi bantuan. Lebih dari 2,1 juta warga Gaza kini terjepit di satu jalur sempit di sepanjang pantai.
Di Eropa, reaksi jalanan terus mengalir sepanjang Mei. Ribuan orang turun ke jalan di Barcelona, Roma, Madrid, dan London, menyerukan penghentian serangan dan penghapusan blokade. Di London, lebih dari 500 orang ditangkap dalam aksi yang berkaitan dengan dukungan terhadap kelompok pro-Palestina yang dilarang pemerintah Inggris. Di Barcelona, sekitar 70.000 orang memadati Passeig de Gracia. Italia menyaksikan pemogokan umum nasional satu hari yang menarik jutaan peserta sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza.https://ininih.com/wacana-israel-raya-kembali-menguat-picu-kekhawatiran-global/
Perintah ekspansi 70% ini datang sehari setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengumumkan rencana “emigrasi sukarela” warga Gaza — sebuah rencana yang dikritik tajam oleh lembaga hak asasi manusia internasional sebagai bentuk pemindahan paksa. Kepala staf militer Israel Eyal Zamir sendiri dilaporkan berselisih dengan Netanyahu soal eskalasi ini, memperingatkan bahwa penguasaan penuh Gaza bisa menjebak militer di wilayah yang telah lama ingin ditinggalkan Israel.
Yang membuat situasi ini lebih kompleks adalah konteks regional yang lebih luas. Perang Iran, penutupan Selat Hormuz, tekanan ekonomi global — semua itu sedang menjadi prioritas utama agenda internasional. Namun ekspansi Gaza yang terus merayap, dikombinasikan dengan pernyataan sepihak Netanyahu yang mengabaikan kerangka gencatan senjata, menempatkan Eropa dalam posisi yang semakin sulit: mitra dagang Israel sekaligus pengkritik kerasnya, tanpa mekanisme tekanan yang cukup efektif untuk mengubah arah kebijakan Tel Aviv.
Internal link:Wacana “Israel Raya” Kembali Menguat, Picu Kekhawatiran GlobalWacana “Israel Raya” Kembali Menguat, Picu Kekhawatiran Global
- “konflik Gaza Lebanon gencatan dilanggar” — /konflik-dunia/gaza-lebanon-gencatan-dilanggar-2026/
- “pengungsi Lebanon generasi terbuang” — /konflik-dunia/pengungsi-lebanon-generasi-terbuang-2026/
- “ekonomi Lebanon anjlok konflik” — /konflik-dunia/ekonomi-lebanon-anjlok-konflik-2026/
- “Qatar bantah dukung ICC Netanyahu” — /konflik-dunia/qatar-bantah-dukung-icc-netanyahu/
- “BRICS dan dinamika Timur Tengah” — /geopolitik/brics-fmm-new-delhi-iran-uae-selat-hormuz-2026/
