Juni 3, 2026

Trump Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Ancam Potong Lebih Jauh Lagi

IMG_20260530_184113

Pasukan AS Jerman dikurangi 5.000 dalam 6 hingga 12 bulan ke depan — keputusan yang datang setelah pertikaian terbuka antara Donald Trump dan Kanselir Friedrich Merz soal perang Iran, dan Trump sudah memberi sinyal angka itu bukan yang terakhir.

Pentagon mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman dalam setahun ke depan. Keputusan itu disebut mengikuti tinjauan menyeluruh atas postur kekuatan AS di Eropa dan mempertimbangkan kebutuhan teater serta kondisi di lapangan. Meski demikian, lebih dari 30.000 tentara AS masih akan tersisa di negara itu setelah penarikan selesai.

Trump langsung memperluas ancaman itu sehari setelah pengumuman Pentagon. “Kami akan memotong jauh lebih banyak, dan kami memotong jauh lebih jauh dari 5.000,” katanya kepada wartawan.

Pemicunya adalah rangkaian kritik publik Merz terhadap strategi AS di Iran. Merz menyebut AS tidak memiliki strategi yang jelas dalam perang Iran dan mengatakan keseluruhan operasi militer itu sangat tidak dipikirkan matang. Ia juga menyindir kepemimpinan Iran — khususnya Garda Revolusi — yang dinilainya berhasil mempermalukan AS dalam perundingan.

Trump membalas dengan menyebut Merz tidak tahu apa yang dia bicarakan soal Iran, dan keesokan harinya mengumumkan AS sedang mengkaji kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman. Dari sekadar wacana, keputusan itu terwujud dalam hitungan hari.

Merz sendiri mengakui Jerman sangat merasakan dampak penutupan Selat Hormuz yang belum juga terbuka sejak konflik dimulai 28 Februari. Pernyataan itu ia sampaikan justru beberapa jam sebelum Trump mengunggah ancaman penarikan pasukan di media sosial.

Di hadapan publik, Merz berusaha menurunkan tensi. Ia menegaskan tidak ada kaitan antara kritiknya soal Iran dengan rencana pengurangan pasukan, dan menyatakan menerima bahwa Trump memiliki pandangan berbeda. “Saya harus menerima bahwa presiden Amerika memiliki pandangan berbeda soal isu-isu ini. Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa saya tetap yakin Amerika adalah mitra penting bagi kami,” katanya dalam sebuah wawancara.

Jerman adalah rumah bagi kehadiran militer AS terbesar di Eropa — per Desember 2025, terdapat lebih dari 36.000 personel militer aktif AS yang ditempatkan secara permanen di negara itu. Pangkalan-pangkalan AS di Jerman berfungsi sebagai pusat komando, logistik, dan medis untuk operasi yang mencakup Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Yang membuat situasi ini lebih rumit adalah konteks waktu. Penarikan pasukan terjadi saat NATO justru sedang berupaya memperkuat postur pertahanan Eropa di tengah perang Rusia-Ukraina yang belum tuntas dan tekanan konflik Iran yang masih bergolak. Setiap pengurangan kehadiran AS di Eropa — berapa pun angkanya — akan dibaca Moskow sebagai sinyal, dan dibaca sekutu-sekutu Eropa Timur sebagai pertanyaan: seberapa jauh Washington masih bisa diandalkan ketika krisis datang?


Internal link:

  • “kemandirian pertahanan Eropa” — /geopolitik/eropa-kemandirian-pertahanan-rearme-as-2026/
  • “krisis Greenland dan tarif Trump” — /geopolitik/krisis-greenland-pasukan-eropa-tarif-trump-2026/
  • “gencatan senjata AS-Iran rapuh” — /konflik-dunia/gencatan-senjata-as-iran-rapuh-2026/
  • “Selat Hormuz dan krisis maritim” — /konflik-dunia/selat-hormuz-blokade-krisis-maritim-mei-2026/
  • “krisis energi Eropa” — /ekonomi-global/krisis-energi-eropa-dampak-perang-iran-imf-resesi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *