Mei 25, 2026

Sidang ICJ Dimulai, Sengketa Guyana–Venezuela Masuk Fase Penentuan

01000000-c0a8-0242-2c51-08dbfaa203da_w1080_h608_s

ininih.com – Sidang publik Mahkamah Internasional (ICJ) resmi dimulai pada 4 Mei 2026 di Den Haag, memasuki fase pokok perkara dalam sengketa batas wilayah antara Guyana dan Venezuela yang telah berlangsung lebih dari satu abad. Perkara ini berpusat pada validitas Putusan Arbitrase 1899 yang menetapkan batas wilayah antara kedua negara, yang oleh Guyana dianggap sah dan mengikat, sementara Venezuela menolaknya sebagai hasil rekayasa politik.

Guyana datang ke persidangan dengan keyakinan tinggi, bertumpu pada dasar hukum internasional seperti sifat mengikat putusan arbitrase, kesucian perjanjian, serta prinsip stabilitas batas wilayah. Negara ini meminta ICJ mengeluarkan putusan final yang menegaskan legalitas batas wilayah yang telah berlaku selama puluhan tahun.

Di sisi lain, Venezuela tetap pada posisinya bahwa sengketa harus diselesaikan melalui negosiasi langsung sesuai Perjanjian Jenewa 1966. Kehadiran Venezuela di pengadilan ditegaskan bukan sebagai pengakuan terhadap yurisdiksi ICJ, melainkan untuk menyampaikan klaim historis atas wilayah Essequibo yang luas dan kaya sumber daya alam.

Sengketa ini kembali memanas setelah penemuan cadangan minyak besar pada 2015, yang meningkatkan nilai strategis wilayah yang diperebutkan. ICJ sebelumnya telah dua kali menegaskan yurisdiksinya dan mengeluarkan langkah sementara untuk mencegah perubahan situasi di lapangan, termasuk melarang aktivitas politik Venezuela di wilayah sengketa.

Sidang yang berlangsung hingga 11 Mei 2026 ini akan menjadi titik krusial dalam menentukan arah akhir konflik, dengan putusan ICJ nantinya bersifat mengikat secara hukum internasional bagi kedua negara dan berpotensi menentukan stabilitas kawasan dalam jangka panjang

sidang-icj-guyana-venezuela-2026

ICJ Guyana Venezuela, sengketa Essequibo, Putusan Arbitrase 1899, sidang ICJ 2026, konflik Guyana Venezuela

Sidang ICJ sengketa Guyana–Venezuela resmi dimulai. Putusan final akan menentukan status wilayah Essequibo yang kaya sumber daya dan diperebutkan kedua negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *