September 1, 2026

TNI AL dan ROK Navy Gelar Latma DIVEX 2026, Perkuat Kemampuan Operasi Bawah Air

IMG-20260831-WA0000

TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Republic of Korea Navy (ROKN) secara resmi menyelenggarakan Latihan Bersama (Latma) Dive Exercise (DIVEX) 2026 yang berlangsung dari 25 hingga 30 Agustus 2026. Latihan yang digelar di Jinhae Naval Base dan Pulau Jeju, Korea Selatan, ini melibatkan personel Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan ROKN.

Latma DIVEX 2026 yang diselenggarakan setahun sekali secara bergantian antara TNI AL dan ROKN ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan profesionalisme prajurit kedua negara dalam melaksanakan operasi penyelaman dan penyelamatan bawah air pada kegiatan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Latihan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama militer angkatan laut kedua negara.

TNI AL mengerahkan 10 personel Koppeba dan dua personel Kopaska dalam latihan ini di bawah komando Dansatgas Letkol Laut (S) Mz Lerry yang berdinas sebagai Wadan Satkoppeba 3. Materi latihan yang komprehensif mencakup berbagai aspek kritis, di antaranya:

· Pengaplikasian prosedur Wet-Bell Diving pada operasi penyelaman dan penyelamatan bawah air.
· Pengaplikasian prosedur Helicopter Rescue Swimming.
· Pengoperasian peralatan ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk pengamatan visual dan identifikasi objek bawah air.
· Pengoperasian peralatan Side Scan 3D Sonar untuk pencarian, pendeteksian, dan identifikasi objek bawah air.
· Field Tactical Exercise (FATEX) berupa simulasi misi nyata seperti pencarian dan penyelamatan (SAR) bawah air, evakuasi black box, serta pengangkatan benda berat dengan lifting bag.

Staf Khusus Kasal Laksma TNI Baroyo Eko Basuki didampingi Kolonel Laut (P) Norman Faizal turun meninjau langsung pelaksanaan Latma DIVEX 2026 yang juga turut dihadiri oleh delegasi militer dari ROK Navy.

Dalam pernyataannya, disampaikan bahwa Latma DIVEX 2026 bukan hanya sekadar latihan rutin, tetapi merupakan wahana strategis untuk memperdalam hubungan bilateral dan berbagi pengalaman dalam teknik penyelaman militer modern. “Latihan ini merupakan platform strategis untuk berbagi pengalaman dan mengadopsi teknik penyelaman militer modern. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kesiapan dan profesionalisme kedua angkatan laut dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan,” ujar dia.

Dengan diselenggarakannya latihan ini, TNI AL dan ROKN menunjukkan komitmen nyata untuk terus meningkatkan kemampuan operasional, membangun kepercayaan, dan memastikan kesiapan dalam menjawab setiap tantangan keamanan di domain maritim, serta memperkuat hubungan bilateral di bidang operasi bawah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *