Ukraina Dekati Kesepakatan Jet Tempur Gripen dengan Swedia, Nilainya Bisa Capai 150 Unit
Ininih.com – Ukraina dilaporkan semakin dekat menuju kesepakatan besar pembelian jet tempur JAS 39 Gripen buatan Swedia sebagai bagian dari upaya membangun kembali kekuatan udara mereka di tengah perang berkepanjangan melawan Rusia.
Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov saat mengunjungi Stockholm pada 7 Mei 2026 menyatakan bahwa kontrak pembelian Gripen dapat ditandatangani dalam beberapa bulan mendatang.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu proyek pertahanan terbesar Ukraina sejak perang dimulai dan dipandang memiliki dampak strategis besar terhadap keseimbangan militer di Eropa Timur.
Ukraina Incar Hingga 150 Jet Gripen
Rencana pembelian ini mengacu pada letter of intent yang sebelumnya ditandatangani Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Perdana Menteri Swedia pada Oktober 2025.
Dalam dokumen tersebut, potensi pembelian disebut dapat mencapai 100 hingga 150 unit jet tempur Gripen.
CEO Saab, Micael Johansson, juga menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan dapat difinalisasi pada tahun 2026.
Jika tercapai, langkah ini akan menjadi salah satu modernisasi terbesar angkatan udara Ukraina sejak invasi Rusia dimulai.
Pendanaan Jadi Tantangan Utama
Meski negosiasi menunjukkan perkembangan positif, pendanaan masih menjadi hambatan terbesar dalam realisasi pembelian tersebut.
Swedia diketahui telah mengalokasikan bantuan sebesar 80 miliar kronor Swedia atau sekitar 8,7 miliar dolar AS untuk Ukraina pada periode 2026–2027.
Sebagian dana itu disebut berpotensi digunakan untuk mendukung pembelian Gripen.
Selain itu, jalur pendanaan juga mulai terbuka setelah pemerintahan baru Hungaria mencabut veto terhadap pinjaman Uni Eropa senilai 90 miliar euro untuk Ukraina pada April 2026.
Swedia Siapkan Opsi Pengiriman Lebih Cepat
Selain pembelian unit baru, pemerintah Swedia juga membuka kemungkinan pengiriman lebih cepat melalui skema peminjaman, penjualan, atau hibah pesawat Gripen model lama.
Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson mengatakan pembicaraan mengenai opsi tersebut berjalan cukup baik.
Langkah ini penting karena produksi jet baru membutuhkan waktu sekitar tiga tahun sebelum dapat dikirim ke Ukraina.
Gripen Dinilai Cocok untuk Ukraina
Jet tempur JAS 39 Gripen dianggap sebagai salah satu pilihan paling realistis bagi Ukraina dibandingkan pesawat tempur generasi mahal seperti F-35.
Selain lebih hemat biaya operasional, Gripen juga dirancang mampu beroperasi dari landasan sederhana termasuk jalan raya yang rusak akibat perang.
Kemampuan perawatan yang lebih ringan dan fleksibilitas tempur tinggi membuat Gripen dinilai cocok untuk kondisi Ukraina saat ini.
Dampak Geopolitik dan Militer
Potensi kesepakatan ini dipandang sebagai sinyal semakin dalamnya dukungan militer Eropa terhadap Ukraina.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa negara-negara Barat masih terus memperkuat kemampuan pertahanan Kyiv meski perang memasuki tahun yang panjang dan melelahkan.
Di sisi lain, penguatan angkatan udara Ukraina berpotensi memicu perhatian lebih besar dari Rusia, terutama jika pengiriman jet tempur dilakukan dalam jumlah besar.
Pengamat menilai keberhasilan kesepakatan Gripen dapat mengubah dinamika udara dalam konflik Rusia-Ukraina beberapa tahun ke depan.
