Juni 7, 2026

UNIFIL Peacekeeper Tewas di Lebanon, Sekjen PBB: Serangan Bisa Jadi Kejahatan Perang

IMG_20260607_163355

Seorang pasukan penjaga perdamaian PBB tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka setelah posisi mereka di Lebanon selatan terkena serangan mortir pada Rabu (3/6/2026) malam. Korban tewas diidentifikasi sebagai Sersan Milovan Jovanović, personel asal Serbia yang baru pertama kali bertugas di misi perdamaian dan akan berusia 37 tahun pada 6 Juni 2026.

Serangan terjadi di dekat Marjayoun, Lebanon tenggara, ketika mortir menghantam posisi PBB bernama United Nations Position 7-2 (UNP 7-2) di Sektor Timur wilayah operasi UNIFIL. Dua personel lain yang terluka berasal dari El Salvador dan Spanyol. Mereka dilaporkan dalam kondisi stabil dan sedang menjalani perawatan di fasilitas medis UNIFIL.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengutuk keras serangan tersebut. Dalam pernyataan resmi, Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, rekan, serta pemerintah dan rakyat Serbia. Ia juga menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, serta dapat dikualifikasikan sebagai kejahatan perang.


Investigasi Asal-usul Serangan: Tembakan Tidak Langsung dari Utara Sungai Litani

Juru Bicara Sekjen PBB Stéphane Dujarric dalam konferensi pers di New York, Kamis (4/6/2026), mengungkapkan bahwa berdasarkan penilaian awal dari pos pengamatan UNIFIL, posisi tersebut diduga terkena indirect fire (tembakan tidak langsung) yang berasal dari utara Sungai Litani.
“UNIFIL telah mengeluarkan pernyataan lengkap mengenai insiden ini dan akan menyelidikinya secara menyeluruh. Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Dujarric. Ia juga mengingatkan semua pihak untuk menghormati gencatan senjata yang diumumkan pada 16 April 2026 dan mendukung implementasi penuh Resolusi 1701.


Korban Ketujuh Sejak Eskalasi Maret 2026

Kematian Sersan Jovanović menjadikan total tujuh personel UNIFIL yang tewas sejak eskalasi permusuhan dimulai pada 2 Maret 2026. Sebelumnya, pada akhir Maret, seorang penjaga perdamaian asal Indonesia tewas dan satu lainnya meninggal kemudian akibat luka-luka setelah proyektil menghantam pangkalan mereka. Dua personel Indonesia lainnya juga tewas akibat alat peledak improvisasi (IED) yang diduga ditempatkan Hizbullah. Pada April 2026, dua personel asal Prancis tewas dalam penyergapan yang oleh otoritas Prancis dan PBB dikaitkan dengan Hizbullah.

Sejak eskalasi terbaru, wilayah operasi UNIFIL mencatat “peningkatan jumlah lintasan dan dampak proyektil yang sangat tinggi” di Lebanon selatan. Kekerasan yang terus berlangsung juga telah mengakibatkan lebih dari 3.500 warga Lebanon tewas, lebih dari 10.000 terluka, dan sekitar satu juta warga mengungsi.


Analitis ke depan

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam sebelum AS mengumumkan pembaruan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Namun, Hizbullah dengan tegas menolak perpanjangan gencatan senjata, sehingga ketidakpastian keamanan di Lebanon selatan tetap tinggi.

Ke depan, keberlanjutan misi UNIFIL sendiri juga terancam karena mandatnya akan berakhir pada Desember 2026. AS dan Israel dikabarkan menentang perpanjangan, sementara Sekjen Guterres justru menilai pasukan penjaga perdamaian masih sangat diperlukan.

Bagi Indonesia, yang memiliki kontribusi signifikan dalam misi UNIFIL, tewasnya personel penjaga perdamaian dari berbagai negara ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang harus dihadapi dalam misi kemanusiaan dan stabilitas internasional.


Internal link:

“Hizbullah Tolak Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Sebut ‘Konyol dan Memalukan'” — /konflik-dunia/hizbullah-tolak-gencatan-senjata-israel-lebanon-memalukan-2026/
“Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina” — /konflik-dunia/putin-siap-berkompromi-damai-ukraina-tolak-temu-zelensky-2026/
“Putin Tolak Pertemuan Zelensky: ‘Tidak Ada Gunanya’ Jika Belum Ada Kesepakatan” — /konflik-dunia/putin-tolak-pertemuan-zelensky-tak-ada-guna-2026/
“IMF peringatkan resesi global 2026 jika konflik Timur Tengah berlanjut” — /ekonomi-global/imf-peringatan-resesi-global-2026/
“AS lima syarat nuklir Iran: serahkan 400 kg uranium diperkaya ke Washington” — /konflik-dunia/as-lima-syarat-nuklir-iran-uranium-400-kg-2026/


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *