Kebakaran Hutan di Siberia Meluas 4 Kali Lipat, Asap Selimuti Kota dan Ganggu Aktivitas
Kebakaran hutan melanda wilayah Siberia, Rusia, pada 13 Juni 2026, dengan luas area yang terbakar melonjak hampir empat kali lipat hanya dalam empat hari. Total area yang terbakar meningkat dari 16.656 hektar pada 13 Juni menjadi 62.600 hektar pada pagi hari 17 Juni. Sementara itu, laporan dari Pusat Kebakaran Hutan Wilayah Krasnoyarsk menyebutkan bahwa luas area yang terdampak kebakaran di bagian utara Wilayah Krasnoyarsk telah melampaui 133.000 hektar dengan 93 kebakaran hutan aktif.
Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah kota di Wilayah Krasnoyarsk, mengganggu aktivitas penerbangan dan menyebabkan kualitas udara memburuk secara signifikan. Asap pekat dari kebakaran hutan telah menyelimuti pemukiman di Distrik Yeniseysky, dengan kota Lesosibirsk dan Yeniseysk yang memiliki populasi gabungan sekitar 80.000 orang dilaporkan sangat terdampak.
Seorang warga terlihat berjalan dengan anjingnya sambil mengenakan masker gas. “Menjadi semakin sulit untuk bernapas, bahkan di dalam apartemen kami sendiri,” tulis sebuah kanal Telegram setempat yang melaporkan keadaan darurat di Lesosibirsk. Indeks kualitas udara di wilayah tersebut menunjukkan level “tidak sehat”.
Tim pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Lebih dari 1.400 personel, 50 unit alat berat, dan sekitar 30 pesawat dikerahkan untuk memadamkan api di seluruh wilayah. Lebih dari 350 personel tambahan juga diterjunkan dari Republik Buryatia dan Wilayah Zabaikalsky untuk memperkuat respons.
Dinas Perlindungan Hutan dan Pertahanan Udara Rusia mengumumkan pada 15 Juni bahwa mereka menggunakan peledakan terkendali untuk membuat sekat bakar dalam upaya mengendalikan tiga kebakaran besar di barat laut Krasnoyarsk. “Situasi kebakaran di daerah terpencil dan sulit dijangkau ini diperparah oleh badai petir dan sambaran petir baru-baru ini, dikombinasikan dengan cuaca hangat dan kering yang tidak biasa,” demikian pernyataan badan federal tersebut.
Penyebaran kebakaran yang cepat disebabkan oleh suhu tinggi dan serangan hama ulat sutra Siberia yang telah mematikan banyak pohon, meninggalkan kayu mati yang sangat mudah terbakar. Kebakaran hutan di Siberia juga menimbulkan kekhawatiran tentang pencairan lapisan es abadi dan lahan gambut, yang melepaskan karbon yang telah lama tersimpan di tundra beku. Abu dari kebakaran juga dapat menutupi lapisan salju di dekatnya, mengubahnya menjadi gelap sehingga menyerap lebih banyak radiasi matahari dan memanas lebih cepat.
Analitis ke Depan
Kebakaran hutan di Siberia yang meluas hingga 4 kali lipat dalam waktu singkat mencerminkan dampak nyata perubahan iklim di kawasan Arktik. Suhu yang mencapai 8-10 derajat Celcius di atas normal dan musim kebakaran yang semakin ganas menunjukkan bahwa ancaman ini akan terus berulang dan memburuk di masa depan. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan di Siberia bukan hanya masalah lokal, tetapi memiliki implikasi global melalui pelepasan gas rumah kaca dan potensi mempercepat pemanasan global.
