BMKG Bantah Isu Suhu 37°C di Jawa-Bali, Fokus Peringatan Justru Hujan Lebat
ininih.com – Tidak ditemukan peringatan suhu panas hingga 37°C di wilayah Jawa dan Bali pada 2 Mei 2026. Data resmi BMKG justru menunjukkan kondisi sebaliknya: potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sebagian besar wilayah Indonesia.
Peringatan yang dirilis pada 1 Mei menekankan risiko cuaca ekstrem berupa hujan intensitas tinggi disertai angin kencang. Wilayah terdampak mencakup DKI Jakarta, Jawa Tengah, hingga Sulawesi Barat, dengan beberapa area seperti Jakarta Timur dan Jakarta Selatan berstatus siaga.
Secara data, suhu di Jabodetabek berada di kisaran normal 24–31°C. Tidak ada indikasi gelombang panas atau lonjakan suhu ekstrem seperti yang beredar.
Pemicu utama berasal dari dinamika atmosfer. BMKG mencatat adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Bengkulu dan Pasifik utara Papua Nugini yang membentuk zona konvergensi, meningkatkan pembentukan awan hujan.
Struktur kondisi: Sirkulasi siklonik aktif
Konvergensi terbentuk
Awan hujan meningkat
Risiko hujan ekstrem naik
Situasi ini bukan kejadian luar biasa, melainkan pola peringatan rutin berbasis kondisi atmosfer. Namun risikonya tetap nyata karena berpotensi memicu genangan, banjir lokal, dan gangguan aktivitas.
Kesimpulan: isu suhu 37°C tidak berbasis data. Ancaman utama justru hujan lebat yang perlu diwaspadai dalam jangka pendek.
bmkg-cuaca-ekstrem-mei-2026-jawa-bali
bmkg cuaca 2026, hujan lebat indonesia, suhu jakarta, cuaca jawa bali, peringatan dini
BMKG menegaskan tidak ada suhu ekstrem 37°C di Jawa-Bali, dengan fokus peringatan pada hujan lebat dan potensi cuaca ekstrem.
