Agustus 24, 2026

Kebakaran di Barat Athena Hanguskan 10.000 Hektare, 100 Rumah Hancur

IMG_20260804_112916

Kebakaran besar yang terjadi pada 31 Juli di dekat komunitas Psatha dan Porto Germeno, barat Athena, telah menghanguskan lebih dari 10.000 hektare di Attica barat, menurut lembaga iklim Uni Eropa, Copernicus. Kebakaran ini memicu respons darurat skala besar yang melibatkan ratusan petugas pemadam kebakaran, pesawat sayap tetap, dan helikopter yang dikerahkan untuk mengendalikan api.

Otoritas memerintahkan evakuasi di beberapa komunitas, sementara petugas pemadam kebakaran melaporkan bahwa lebih dari 100 rumah hancur atau rusak akibat kebakaran tersebut. Gambar yang diambil oleh satelit Copernicus Sentinel-2 pada 2 Agustus menunjukkan bekas luka bakar yang luas di sepanjang pantai utara Teluk Corinth. Area yang terbakar terlihat berwarna coklat kemerahan, sementara gumpalan asap tebal membentang lebih dari 70 kilometer ke arah tenggara melintasi Teluk Saronic.

Kebakaran ini terjadi di tengah gelombang panas yang melanda Eropa selatan, dengan suhu yang mencapai rekor tertinggi di beberapa wilayah. Kondisi cuaca yang kering dan berangin memperparah penyebaran api dan menyulitkan upaya pemadaman, yang telah berlangsung selama beberapa hari.

Secara terpisah, organisasi lingkungan World Wide Fund for Nature (WWF) memperingatkan bahwa Eropa Selatan memasuki apa yang digambarkannya sebagai “krisis kebakaran permanen,” dan menyerukan Uni Eropa untuk memperkuat kebijakan iklim dan lingkungan. Menurut WWF, lebih dari 460.000 hektare telah terbakar di seluruh UE sejauh tahun ini, jauh di atas rata-rata historis.

Kelompok tersebut mengutip studi ilmiah terbaru yang menunjukkan bahwa perubahan iklim membuat cuaca kebakaran ekstrem di balik kebakaran baru-baru ini setidaknya dua kali lebih mungkin terjadi di Prancis dan setidaknya 20 kali lebih mungkin terjadi di Spanyol. “Eropa terbakar,” kata Anke Schulmeister-Oldenhove, manajer hutan di Kantor Kebijakan Eropa WWF, dalam sebuah pernyataan, dengan alasan bahwa para pembuat kebijakan harus memperkuat undang-undang iklim dan alam untuk membantu mencegah bencana di masa depan, bukan melemahkan perlindungan lingkungan.

Krisis kebakaran ini menyoroti dampak perubahan iklim yang semakin parah dan kebutuhan mendesak bagi Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk mengambil tindakan yang lebih ambisius dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Masyarakat internasional diharapkan mendukung upaya ini dan berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca global. Masyarakat di daerah rawan kebakaran juga diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengikuti arahan evakuasi dari otoritas setempat untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman kebakaran hutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *