Kemenkes Dirikan Dua Rumah Sakit Lapangan di Manggarai dan Nagekeo untuk Korban Gempa NTT
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Pendirian fasilitas darurat ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pelayanan medis sekaligus mendukung pemulihan fasilitas kesehatan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes, Agus Jamaludin, menyampaikan bahwa pengiriman dan pendirian RS Lapangan tersebut merupakan langkah cepat dari aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) guna merespons kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak gempa. “Saat ini kami tengah mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo. Langkah ini krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan,” ujar Agus di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dikutip Rabu (19/8).
RS Lapangan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis darurat, termasuk ruang rawat inap, ruang operasi, dan unit gawat darurat. Tenaga medis dari berbagai daerah juga dikerahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban, termasuk penanganan luka-luka, perawatan intensif, dan dukungan psikologis.
Kehadiran RS Lapangan ini sangat penting mengingat RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo mengalami kerusakan akibat gempa, sehingga tidak dapat beroperasi secara normal. Dengan adanya fasilitas darurat ini, masyarakat terdampak tetap dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Kemenkes bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan operasional RS Lapangan berjalan lancar dan kebutuhan medis masyarakat terdampak terpenuhi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan segera mencari pertolongan medis jika membutuhkan. Sinergi antara Kemenkes, pemerintah daerah, dan tenaga medis menjadi kunci untuk memastikan penanganan kesehatan pascabencana berjalan optimal. Semoga masyarakat NTT segera pulih dan dapat kembali menjalani kehidupan normal. Dukungan dan solidaritas semua pihak sangat dibutuhkan dalam masa tanggap darurat ini. Mari kita terus doakan keselamatan dan kesehatan bagi saudara-saudara kita di NTT.
