Agustus 24, 2026

Pencarian Intensif Korban Gempa Kolombia, Lebih dari 2.700 Orang Dilaporkan Hilang

IMG-20260811-WA0099

Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di puluhan kota dan wilayah di Kolombia barat setelah gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah tersebut pada Senin (10/8), menewaskan sedikitnya 111 orang dan menyebabkan banyak korban masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang hancur . Gempa yang berpusat di darat ini memicu kerusakan masif dan kepanikan warga di sejumlah kota seperti Cali, Quibdo, dan Pereira .

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, yang baru dilantik tiga hari sebelumnya, menyatakan status bencana nasional dan mengerahkan seluruh aparat militer dan kepolisian untuk operasi pencarian, termasuk para insinyur, tim penyelamat, dan anjing pelacak .

Korban dan Kerusakan Parah

Sedikitnya 111 orang dipastikan tewas, sementara lebih dari 570 orang mengalami luka-luka . Jumlah korban tewas tertinggi tercatat di Pereira, ibu kota Risaralda, dengan 60 orang meninggal . Kerusakan bangunan sangat luas, dengan sekitar 1.600 bangunan dilaporkan rusak atau runtuh . Di kota El Cairo, yang berpenduduk sekitar 7.000 jiwa, 80% bangunan rusak .

Malam harinya, lebih dari 2.700 orang telah dilaporkan hilang melalui situs-situs warga . Keluarga-keluarga berbagi informasi tentang orang-orang tercinta yang hilang. Dana Carolina Zamora, misalnya, memposting foto pamannya yang hilang, Miguel Ángel Zamora, yang tinggal di daerah pedesaan dekat pusat gempa . “Kami takut. Kami berharap itu bukan masalah terburuk, bahwa dia baik-baik saja dan itu hanya masalah komunikasi. Tapi kami belum mendengar kabar darinya,” ujarnya .

Operasi Penyelamatan dan Respons

Tim penyelamat dan sukarelawan bergotong royong menyisir puing-puing, beberapa di antaranya menggunakan tangan kosong dan peralatan sederhana untuk mencari korban selamat . Di Cali, para sukarelawan bekerja dengan cangkul dan peralatan dasar . Seorang sukarelawan menceritakan bagaimana tim penyelamat mendengar suara peluit dari bawah reruntuhan dan berhasil mengeluarkan seorang pria serta seorang bayi . Seorang saksi mata di Quibdo, Julian Pena, mengatakan, “Orang-orang berdoa di jalan. Itu sangat menghancurkan” . Rumah sakit di lima kota siaga merah, dan setidaknya enam bandara lokal menangguhkan operasi .

Daerah Terdampak dan Respons Internasional

Wilayah Choco, tempat pusat gempa berada, adalah salah satu wilayah termiskin dan paling terabaikan di Kolombia, yang sering dilanda konflik kelompok bersenjata. Akses ke wilayah ini sebagian besar hanya melalui perahu, hutan, atau pesawat terbang, sehingga memperlambat upaya penilaian kerusakan .

Presiden de la Espriella berjanji, “Choco tidak akan pernah lagi menjadi ‘tanah yang dilupakan'” . Bantuan internasional mulai mengalir. Amerika Serikat menyediakan $15,5 juta untuk bantuan darurat , sementara Uni Eropa mengerahkan layanan satelit Copernicus untuk membantu operasi pencarian . Dukungan juga datang dari Israel, Meksiko, Ekuador, dan Prancis .

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan infrastruktur tahan gempa. Upaya pencarian yang dilakukan dengan penuh dedikasi menjadi secercah harapan di tengah bencana. Masyarakat internasional diharapkan terus bersolidaritas membantu proses pemulihan dan pembangunan kembali di Kolombia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *