Juli 18, 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pasien RS Berhamburan, Jembatan III Retak

pG8v3DmkTEU0BBqZQI3eZd9V7X8cxXF2rqdVn1Ma

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami karena pusatnya berada di darat.

Episentrum gempa terletak pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, tepatnya 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyebut gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Guncangan dirasakan sangat kuat di sejumlah wilayah. Intensitas tertinggi mencapai VI-VII MMI di Palu dan VII MMI di wilayah Palolo, Sigi. Skala V-VI MMI dirasakan di Sigi Biromaru dan Kota Palu, sementara IV-V MMI di Poso, Donggala, dan Pasangkayu.

Kepanikan langsung terjadi di Rumah Sakit Samaritan. Pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan berhamburan keluar gedung menuju area terbuka. Beberapa pasien dievakuasi menggunakan kursi roda dan tempat tidur. Salah satu warga, Salam, mengatakan: “Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa.”

BPBD Sulawesi Tengah melaporkan kerusakan di sejumlah titik. Di Kota Palu, Jembatan III mengalami keretakan dan ditutup sementara. Wali Kota memerintahkan penutupan total jalur tersebut. Beberapa bangunan warga dilaporkan roboh.

Di Kabupaten Sigi, plafon Kantor Bupati rusak, lantai retak, dan terjadi longsor di Gunung Kamarora serta putusnya saluran air bersih. Di Kabupaten Parigi Moutong dan Poso, bangunan juga mengalami kerusakan, dan akses jalan di Napu, Poso, rusak parah.

Kerusakan juga terjadi di fasilitas publik. Plafon Auditorium Universitas Tadulako ambrol, dan sejumlah hotel seperti Best Western Coco dan Santika mengalami kerusakan ringan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa.

Hingga pukul 13.38 WITA, BPBD mencatat 46 gempa susulan dengan magnitudo bervariasi. Gubernur Sulteng Anwar Hafid menginstruksikan tindakan darurat, mengerahkan tenaga medis, dan menyiapkan lokasi pengungsian.

Gempa ini mengingatkan pada tragedi tsunami Palu 2018. Kecepatan BMKG mengeluarkan peringatan non-tsunami patut diapresiasi, namun kerusakan infrastruktur menunjukkan perlunya penguatan bangunan tahan gempa di wilayah rawan. Ke depan, pemerintah daerah perlu segera melakukan asesmen cepat terhadap bangunan publik dan fasilitas kesehatan yang rusak agar layanan publik tidak terganggu lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan hanya mempercayai informasi resmi dari BMKG dan pemerintah.

Internal link:
“Prabowo minta Jerman dukung finalisasi IEU-CEPA” — /nasional/prabowo-jerman-ieu-cepa-2026/
“IHSG rebound 4,12% ke 6.254” — /ekonomi/ihsg-rebound-412-level-6254-as-iran-damai-2026/
“Polda Jambi gelar Bhayangkara Presisi Job Fair” — /jambi/polda-jambi-job-fair-2026/
“NU tetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh besok” — /nasional/nu-tetapkan-1-muharram-1448-h-2026/
“B-52 AS jatuh di California, 8 tewas” — /internasional/b-52-as-jatuh-california-2026/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *