Gunung Mayon Meletus, Abu Vulkanik Selimuti Filipina dan Ribuan Warga Mengungsi
Gunung Mayon Meletus, Abu Vulkanik Selimuti Filipina dan Ribuan Warga Mengungsi
ininih.com – Aktivitas vulkanik Gunung Mayon kembali meningkat setelah letusan yang terjadi pada Jumat malam (2/5/2026) memicu hujan abu tebal dan memaksa ribuan warga di Provinsi Albay, Filipina, meninggalkan rumah mereka.
Gunung berapi setinggi 2.462 meter yang berada sekitar 330 kilometer tenggara Manila itu kini berstatus Alert Level 3 atau tingkat siaga tinggi berdasarkan pemantauan Philippine Institute of Volcanology and Seismology (Phivolcs).
Otoritas Filipina menetapkan zona bahaya radius enam kilometer dari kawah dan melarang seluruh aktivitas warga di area tersebut karena risiko lontaran material vulkanik, aliran lava, hingga awan panas.
Data terbaru menunjukkan aktivitas vulkanik Mayon masih sangat aktif. Dalam pemantauan beberapa hari terakhir, Phivolcs mencatat 32 gempa vulkanik, 25 tremor vulkanik berdurasi dua hingga 15 menit, serta 14 kejadian Pyroclastic Density Current (PDC) atau awan panas di wilayah Mi-isi Gully.
Selain itu, terjadi 284 kejadian guguran batu dan aliran lava yang terus bergerak di beberapa jalur utama lereng gunung.
Aliran lava tercatat mencapai 3,8 kilometer di Basud Gully, 3,2 kilometer di Bonga Gully, dan 1,6 kilometer di Mi-isi Gully.
Kepala Phivolcs Ma. Antonia Bornas menjelaskan bahwa awan panas dipicu runtuhnya aliran lava baru dari kawah utama.
“What happened was that the newest lava flow in Mi-isi Gully started collapsing,” ujarnya.
Dampak letusan kini meluas ke berbagai wilayah di Albay. Sedikitnya 195.363 warga atau sekitar 55.991 keluarga terdampak hujan abu vulkanik dan aktivitas erupsi.
Sebanyak 128 hingga 129 desa di sejumlah kota seperti Camalig, Guinobatan, Ligao City, dan Oas ikut terdampak.
Jumlah keluarga yang berada di pusat pengungsian diperkirakan mencapai 5.440 hingga 9.309 keluarga. Meski demikian, hingga Jumat (8/5/2026), belum ada laporan korban jiwa akibat erupsi tersebut.
Kepanikan sempat terjadi di sejumlah desa saat langit berubah gelap akibat abu vulkanik tebal yang menutupi kawasan permukiman.
Wali Kota Camalig, Caloy Baldo, mengatakan sebagian warga sempat panik ketika hujan abu mulai turun.
“Some villagers panicked but we advised them to calm down,” katanya.
Pemerintah Filipina bergerak cepat mengirim bantuan darurat ke wilayah terdampak. Presiden Ferdinand Marcos Jr. menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga mempercepat distribusi logistik serta perlindungan warga.
Program bantuan tenaga kerja TUPAD dari DOLE menyalurkan dana sebesar P150 juta untuk pekerja pertanian terdampak erupsi.
Sementara Department of Social Welfare and Development (DSWD) mengalokasikan bantuan P65 juta dengan skema bantuan tunai hingga P10.000 bagi petani terdampak.
Pemerintah daerah juga mendistribusikan beras 10 kilogram per petani serta ribuan paket makanan untuk warga pengungsian.
Selain itu, masker N95 mulai dibagikan untuk mengurangi dampak gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
Menteri Pekerjaan Umum Vince Dizon diterbangkan langsung ke Albay guna memimpin pembersihan jalan nasional Maharlika Highway yang tertutup abu tebal.
Polisi Filipina dan aparat keamanan juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan menjaga wilayah terdampak.
Di sisi lain, Gereja Katolik Filipina ikut menyerukan bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi serta mengimbau warga menggunakan masker dan menghindari kawasan berbahaya.
Hingga Jumat (8/5/2026), status siaga Gunung Mayon masih berada di Alert Level 3 dan belum dinaikkan ke Level 4. Namun, warga belum diizinkan kembali ke rumah mereka di radius bahaya karena aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.
gunung-mayon-meletus-filipina-ribuan-warga-mengungsi-2026
Gunung Mayon, Filipina, letusan gunung berapi, Albay, Mayon 2026, erupsi Filipina, abu vulkanik, pengungsian warga, Phivolcs
Gunung Mayon di Filipina meletus dan memicu hujan abu tebal yang berdampak pada lebih dari 195 ribu warga. Ribuan keluarga mengungsi sementara status siaga tetap berada di Level 3.
