Ininih.com – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak akan mendukung atau terlibat dalam rencana blokade Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sikap ini muncul setelah negosiasi kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Pernyataan tersebut disampaikan pada 13 April 2026, di mana Inggris memilih untuk tidak “terseret” ke dalam konflik yang lebih luas. Pemerintah Inggris justru menekankan bahwa prioritas utama adalah menjaga jalur pelayaran tetap terbuka dan stabil.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital global, dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Setiap ancaman terhadap jalur ini langsung berdampak pada harga energi dan stabilitas ekonomi global. Karena itu, posisi Inggris menjadi penting dalam menjaga keseimbangan antara tekanan militer dan kepentingan ekonomi.

Alih-alih mendukung blokade, Inggris mendorong pendekatan diplomatik dan kerja sama internasional untuk memastikan jalur tersebut tetap terbuka. Langkah ini juga mencerminkan kehati-hatian negara-negara Barat dalam merespons eskalasi konflik tanpa memperluas dampaknya.

Secara strategis, sikap Inggris menunjukkan bahwa konflik ini tidak hanya soal militer, tetapi juga pertarungan menjaga stabilitas energi global. Keputusan untuk tidak mendukung blokade menjadi sinyal bahwa jalur ekonomi dunia tetap menjadi prioritas di tengah ketegangan geopolitik.

inggris-tolak-blokade-selat-hormuz

Inggris Hormuz, Keir Starmer, blokade Selat Hormuz, konflik Iran AS, energi global

Inggris menolak mendukung blokade Selat Hormuz dan memilih jalur diplomasi demi menjaga stabilitas energi global.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *