Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan ancaman keras terkait infrastruktur vital.
Dalam pernyataannya pada 6 April 2026, Trump menyebut Amerika Serikat mampu “meluluhlantakkan” jembatan dan pembangkit listrik Iran dalam waktu singkat jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Ia juga menetapkan batas waktu hingga 7 April pukul 8 malam waktu setempat, menandai meningkatnya tensi dalam hubungan kedua negara.
Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran bahwa konflik dapat memasuki fase yang lebih agresif dalam waktu dekat.
Dampaknya langsung terasa di pasar global.
Harga minyak mengalami kenaikan seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi, khususnya di jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Ketidakpastian ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap perkembangan geopolitik.
Ancaman terhadap infrastruktur energi tidak hanya berdampak pada kawasan konflik, tetapi juga memicu reaksi global yang cepat.
Secara keseluruhan, pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa ketegangan belum mereda dan justru berpotensi meningkat, dengan implikasi langsung terhadap stabilitas energi dan ekonomi dunia.
trump-ancam-infrastruktur-iran-minyak-naik
Trump Iran 2026, ancaman AS Iran, harga minyak naik, Selat Hormuz, konflik Timur Tengah
Trump ancam hancurkan infrastruktur Iran, picu kekhawatiran pasar dan dorong kenaikan harga minyak global.
